Persaingan industri otomotif Indonesia semakin menarik. Kehadiran merek-merek asal China membuat peta penjualan mobil di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 semakin kompetitif.
Hingga Sabtu (22/8/2026), sejumlah pabrikan China dan Jepang telah mengumumkan capaian penjualan selama 11 hari pameran. Dari data yang tersedia, Toyota masih menjadi merek dengan penjualan terbanyak.
Toyota mencatat 6.175 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama GIIAS 2026. Keluarga Innova menjadi kontributor terbesar dengan 2.221 unit.
Namun, posisi berikutnya menunjukkan semakin kuatnya penetrasi merek China.
BYD berada di peringkat kedua dengan 4.000 unit, disusul Chery dengan 3.500 SPK dan Wuling sebanyak 3.290 SPK.
BYD Jadi Merek China Terlaris
BYD menjadi merek China dengan capaian penjualan tertinggi dalam daftar sementara GIIAS 2026.
Dari total 4.000 SPK yang dikumpulkan, BYD M6 DM menyumbang sekitar 20 persen atau sekitar 800 unit.
Capaian tersebut membuat BYD berhasil mengungguli sejumlah merek Jepang yang selama ini lebih dahulu mengakar di pasar otomotif Indonesia.
Di bawah BYD terdapat Chery dengan 3.500 SPK dan Wuling dengan 3.290 SPK.
Merek China lainnya yang juga mencatat performa cukup kuat adalah Geely dengan 3.033 SPK dan GAC AION yang membukukan 2.170 SPK.
Jepang Masih Punya Toyota dan Mitsubishi
Meski merek China semakin agresif, dominasi Jepang belum sepenuhnya runtuh.
Toyota masih menjadi pemimpin dengan jarak yang cukup signifikan. Mitsubishi juga berhasil masuk lima besar dengan raihan 3.212 SPK.
Suzuki mencatat 1.336 SPK, sedangkan Isuzu mengumpulkan 1.180 SPK.
Jika melihat daftar 15 merek dengan penjualan terbanyak sementara, Jepang menempatkan lima merek, yakni Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Isuzu, dan Daihatsu.
Sementara merek China mendominasi jumlah peserta di daftar tersebut.
Tiga Merek China vs Tiga Merek Jepang
Menariknya, jika dibandingkan berdasarkan tiga merek dengan penjualan tertinggi dari masing-masing negara, persaingannya ternyata sangat ketat.
Tiga merek China terlaris, yakni BYD, Chery dan Wuling, mengumpulkan total:
4.000 + 3.500 + 3.290 = 10.790 SPK.
Sementara tiga merek Jepang terlaris, yaitu Toyota, Mitsubishi dan Suzuki, mencatat:
6.175 + 3.212 + 1.336 = 10.723 SPK.
Artinya, tiga merek China hanya unggul 67 unit dibandingkan tiga merek Jepang.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa merek China memang semakin kuat di Indonesia, tetapi belum bisa dikatakan meninggalkan merek Jepang secara telak.
Honda Belum Umumkan Angka Resmi
Salah satu merek Jepang yang belum masuk dalam perbandingan tersebut adalah Honda.
Hingga Sabtu (22/8), Honda disebut belum mengumumkan angka resmi penjualan selama GIIAS 2026.
Meski begitu, Honda sempat mencatat perhatian besar melalui Super One. Mobil tersebut dilaporkan langsung sold out hanya dalam hitungan jam.
Sementara itu, capaian Daihatsu relatif lebih rendah dibandingkan merek Jepang lainnya. Daihatsu mencatat 591 SPK sepanjang pameran.
15 Merek Terlaris di GIIAS 2026
Berikut daftar sementara 15 merek dengan penjualan terbanyak di GIIAS 2026 berdasarkan data yang telah diumumkan hingga Sabtu (22/8/2026):
Peringkat Merek SPK Asal
- Toyota 6.175 Jepang
- BYD 4.000 China
- Chery 3.500 China
- Wuling 3.290 China
- Mitsubishi 3.212 Jepang
- Geely 3.033 China
- GAC AION 2.170 China
- Suzuki 1.336 Jepang
- Isuzu 1.180 Jepang
- Changan 1.120 China
- MG Motors 1.088 China
- Jetour 1.038 China
- DFSK 625 China
- Daihatsu 591 Jepang
- BAIC 407 China
China Mulai Mengubah Peta Persaingan
Data sementara GIIAS 2026 memperlihatkan perubahan yang cukup jelas dalam peta industri otomotif Indonesia.
Dari 15 merek dengan penjualan tertinggi, 10 di antaranya berasal dari China, sedangkan lima lainnya merupakan merek Jepang.
Namun dari sisi volume penjualan, Toyota masih menjadi benteng terkuat Jepang. Dengan 6.175 SPK, Toyota bahkan masih unggul lebih dari 2.000 unit dibandingkan BYD di posisi kedua.
Yang menarik justru terjadi di belakangnya. BYD, Chery, Wuling, Geely dan GAC AION mampu menempatkan diri di jajaran atas dengan angka penjualan yang cukup besar.
Dengan demikian, merek China memang semakin digandrungi konsumen di GIIAS 2026, tetapi untuk menyebut mereka telah mengalahkan Jepang secara keseluruhan masih terlalu dini.
Setidaknya dari data tiga merek terlaris masing-masing negara, persaingannya nyaris berimbang: 10.790 SPK untuk China versus 10.723 SPK untuk Jepang.
Catatan: angka di atas merupakan data penjualan/SPK yang telah diumumkan masing-masing merek hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, sehingga masih dapat berubah apabila ada pabrikan lain yang merilis atau memperbarui data resmi.
