
Penjualan BMW Anjlok 21,8 Persen di China, Eropa dan AS Justru Tumbuh
JAKARTA – BMW Group mencatat penurunan penjualan kendaraan secara global sepanjang sembilan bulan pertama 2026. China menjadi pasar dengan tekanan terbesar setelah penjualan BMW dan MINI di negara tersebut merosot lebih dari 20 persen.
Sepanjang Januari hingga September 2026, BMW Group mengirimkan 1.707.799 kendaraan kepada konsumen di seluruh dunia. Jumlah tersebut turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
China menjadi salah satu pasar yang paling terpukul. Penjualan BMW dan MINI di Negeri Tirai Bambu tercatat sebanyak 376.128 unit, turun 21,8 persen secara tahunan.
Tekanan semakin terasa pada kuartal ketiga 2026. BMW Group hanya mengirimkan 114.355 kendaraan di China selama Juli hingga September. Angka tersebut anjlok 24,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kinerja BMW di sejumlah pasar utama lainnya. Penjualan BMW dan MINI di Eropa justru tumbuh 4,5 persen menjadi 732.279 unit. Sementara itu, penjualan di Amerika Serikat meningkat 3,4 persen menjadi 307.402 unit.
BMW sebelumnya menyebut kondisi pasar China sebagai salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan. Dalam laporan terbarunya, produsen otomotif asal Jerman tersebut menyatakan penurunan penjualan di China mencerminkan perkembangan pasar otomotif secara keseluruhan.
Reuters melaporkan, pelemahan penjualan itu terjadi di tengah persaingan yang semakin ketat antara merek otomotif asing dan produsen mobil lokal China.
BMW bukan satu-satunya pabrikan Jerman yang menghadapi tekanan di pasar tersebut. Volkswagen, Mercedes-Benz, dan Porsche juga melaporkan penurunan penjualan pada kuartal ketiga 2026.
China selama ini menjadi salah satu pasar penting bagi produsen mobil premium global. Namun, persaingan semakin berat seiring agresivitas produsen lokal dalam mengembangkan kendaraan dan memperluas jangkauan pasar ke luar negeri.
Data Reuters menunjukkan pasar mobil penumpang China mengalami penurunan selama 12 bulan berturut-turut. Penjualan mobil penumpang domestik pada September 2026 turun 28,1 persen menjadi sekitar 1,63 juta unit.
Di sisi lain, ekspor mobil China justru melonjak 73,2 persen pada bulan yang sama. Kondisi ini menggambarkan semakin kuatnya ekspansi produsen otomotif China di pasar internasional.
Penjualan Mobil Listrik BMW Justru Tumbuh
Menariknya, penurunan penjualan BMW Group secara keseluruhan tidak terjadi pada semua jenis kendaraan. Segmen mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) justru mencatatkan pertumbuhan.
Pada kuartal ketiga 2026, BMW Group mengirimkan 110.257 mobil listrik secara global. Jumlah tersebut meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Eropa menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut. Pengiriman mobil listrik BMW di kawasan itu mencapai 81.941 unit, naik 37,5 persen.
BMW bahkan mencatat satu dari tiga kendaraan yang dikirimkan kepada konsumen di Eropa pada kuartal ketiga merupakan mobil listrik.
Untuk menjaga momentum elektrifikasi, BMW mengandalkan pengembangan kendaraan listrik generasi terbaru melalui jajaran Neue Klasse.
Salah satu model andalannya adalah BMW iX3 terbaru. Menurut perusahaan, model tersebut telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu pesanan baru di Eropa dalam satu tahun.
Meski penjualan di Eropa dan Amerika Serikat masih menunjukkan pertumbuhan, pasar China tetap menjadi tantangan besar bagi BMW. Persaingan dengan produsen lokal serta perubahan kondisi pasar membuat perusahaan perlu memperkuat strategi untuk mempertahankan posisinya di negara tersebut.