Isuzu memastikan kendaraan niaganya tetap dapat beroperasi normal saat menggunakan bahan bakar Biodiesel B50. Berdasarkan hasil pengujian internal, penggunaan campuran biodiesel tersebut belum menunjukkan adanya masalah terhadap performa maupun sistem bahan bakar kendaraan.
Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anjar Rosjadi, mengatakan pengujian penggunaan B50 telah dilakukan melalui road test dengan jarak tempuh mencapai 60 ribu kilometer (km). Pengujian tersebut dilakukan pada sejumlah model kendaraan niaga Isuzu, yakni Elf, Traga, dan Giga.
Menurut Anjar, hasil pengujian menunjukkan performa kendaraan masih berada dalam kondisi normal. Tidak ditemukan penurunan performa maupun gangguan pada sistem bahan bakar akibat penggunaan B50.
Meski demikian, Isuzu mengingatkan konsumen agar memperhatikan dua hal utama untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima.
“Paling penting yang ingin kita ingatkan kepada pelanggan. Pertama, itu memastikan pelanggan mendapatkan bahan bakar dari sumber terpercaya, sumber yang resmi,” kata Anjar di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (5/8/2026).
Selain memastikan kualitas bahan bakar, konsumen juga diminta disiplin melakukan perawatan kendaraan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Yang kedua, itu secara disiplin melakukan perawatan berkala terhadap kendaraan di Isuzu itu sendiri. Artinya termasuk di dalamnya adalah pemeriksaan ataupun penggantian filter,” ujarnya.
Interval Penggantian Filter Tetap Normal
Penggunaan B50 juga disebut tidak secara otomatis membuat interval penggantian filter bahan bakar menjadi lebih pendek.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan Isuzu, interval perawatan kendaraan masih mengikuti ketentuan yang berlaku pada masing-masing model. Konsumen tetap disarankan melakukan pemeriksaan dan penggantian komponen berdasarkan buku panduan kendaraan.
“Nggak, saat ini kami melihat dari hasil percobaan yang kami lakukan itu masih normal,” kata Anjar.
Ia menjelaskan, interval perawatan kendaraan Isuzu berada pada kisaran 10 ribu hingga 20 ribu kilometer, tergantung model.
“Normal itu di produk kita itu antara 10 ribu (km) sama 20 ribu. Jadi tergantung modelnya, ada yang setiap 10 ribu, ada yang setiap 20 ribu. Tergantung modelnya. Kalau saya nggak salah yang Giga itu 20 ribu, yang Traga sama Elf itu 10 ribu,” jelasnya.
Isuzu menilai kualitas bahan bakar dan konsistensi perawatan menjadi faktor penting dalam menjaga sistem pembakaran kendaraan tetap optimal. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk mengantisipasi potensi pengendapan maupun gangguan pada sistem bahan bakar.
“Kembali kepada dua poin yang tadi saya sampaikan. Pastikan bahan bakarnya itu sumbernya terpercaya. Kedua, yang namanya maintenance ya itu harus, wajib dilakukan,” tegas Anjar.
Isuzu Siap Layani Servis Tengah Malam
Selain memastikan kesiapan kendaraan menggunakan B50, Isuzu juga terus memperkuat layanan purna jual untuk menjaga uptime kendaraan niaga pelanggan.
Pendekatan layanan dilakukan secara fleksibel, terutama bagi konsumen armada atau fleet. Isuzu berupaya menyesuaikan waktu perawatan dengan jadwal operasional kendaraan sehingga proses servis tidak mengganggu aktivitas bisnis pelanggan.
Part & Service Business Strategy Division Head PT IAMI, Budi Prasetyo, mengatakan teknisi Isuzu dapat mendatangi langsung lokasi kendaraan ketika unit sedang berhenti beroperasi.
“Ketika kita ngomong uptime, kita berusaha untuk terutama fleet ya, kita berusaha untuk customizing. Artinya apa? Kita yang samperin. Kita tungguin sampai kapan fleet itu, unitnya atau kendaraannya berhenti,” ungkap Budi.
Bahkan, layanan perawatan dapat dilakukan di luar jam kerja normal apabila kendaraan baru berhenti beroperasi pada malam hari.
“Misalkan berhentinya tengah malam, ya tengah malam itu kita lakukan maintenance. Kita dukung operasionalnya customer, makanya kita berusaha untuk menyesuaikan dengan jadwalnya customer,” pungkasnya.
Untuk memperkuat layanan tersebut, Isuzu terus memperluas jaringan purna jual di berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini, jaringan layanan Isuzu mencakup 129 outlet 3S yang melayani sales, service, dan spareparts, 4 Part Depot di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak, serta 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB).
Selain itu, terdapat 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI) dan sekitar 2.167 Part Shop yang tersebar di berbagai daerah.
Dengan dukungan pengujian kendaraan, perawatan berkala, serta jaringan layanan yang luas, Isuzu menyatakan siap mendukung operasional kendaraan niaga pelanggan di tengah penggunaan bahan bakar Biodiesel B50.