
Pemerintah Siapkan Mobil Nasional Berbasis Listrik, Ditargetkan Produksi Massal 2028
JAKARTA – Pemerintah terus mematangkan rencana pengembangan mobil nasional yang digadang-gadang menggunakan teknologi kendaraan listrik. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung terwujudnya proyek tersebut.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kemenperin mendapat tugas untuk memberikan dukungan dalam pengembangan mobil nasional. Sementara penyusunan peta jalan atau roadmap proyek tersebut melibatkan kementerian dan lembaga lain.
“Untuk pengembangan mobil nasional, kami dapat laporkan bahwa kami terus-menerus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Danantara,” ujar Agus dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Perindustrian.
Menurut Agus, pihaknya terus mengikuti proses perumusan proyek mobil nasional sesuai dengan pembagian tugas antar-kementerian dan lembaga.
“Memang yang ditugaskan untuk membangun atau merumuskan atau menerbitkan roadmap-nya itu ada di kementerian lain, dan kami merupakan kementerian yang ditugaskan untuk mendukung,” jelasnya.
DPR Dorong Mobil Indonesia Tembus Pasar Global
Rencana pengembangan mobil nasional sebelumnya mendapat sorotan dari Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Daulay. Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk membangun industri otomotif nasional karena selama puluhan tahun telah menjadi salah satu pasar otomotif penting.
Menurut Saleh, berbagai produsen kendaraan dari Jepang, Korea Selatan, Eropa hingga Amerika Serikat telah lama menjadikan Indonesia sebagai pasar.
“Indonesia ini kan sudah memang pasarnya mobil. Sudah berpuluh-puluh tahun,” kata Saleh.
Karena itu, ia berharap pengembangan mobil nasional tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Produk otomotif Indonesia dinilai harus memiliki daya saing sehingga mampu dipasarkan ke berbagai negara.
“Saya lihat Presiden menginginkan kita ini menciptakan industri betul-betul industri otomotif yang kalau bisa bukan hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi memang kita jual ke pasar global,” ujarnya.
Saleh bahkan membayangkan kendaraan produksi Indonesia dapat digunakan di negara-negara lain, termasuk kawasan Eropa.
Menurutnya, keberadaan mobil buatan Indonesia di jalan-jalan luar negeri akan menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan kemampuan industri nasional bersaing secara global.
Prabowo Targetkan Produksi Massal Mobil Listrik Nasional
Rencana tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengembangan mobil nasional berbasis kendaraan listrik.
Prabowo sebelumnya menyebut Indonesia tengah menyiapkan proyek mobil listrik nasional. Pemerintah bahkan menargetkan kendaraan tersebut dapat diproduksi secara besar-besaran paling lambat pada 2028.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di pabrik perakitan milik Alva.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membangun kompleks industri kendaraan listrik di kawasan Purwakarta-Subang, Jawa Barat.
“Kita bangga hari ini, dan kita akan melihat perkembangan dalam waktu yang akan datang, akan lebih cepat lagi,” kata Prabowo.
Ia menyebut pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional terus dilakukan. Salah satu proyek yang disiapkan berada di sekitar Kilometer 84 kawasan Purwakarta-Subang.
“Mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” ujar Prabowo.
Jika rencana tersebut terealisasi, mobil nasional berbasis listrik diharapkan tidak hanya menjadi produk untuk pasar Indonesia, tetapi juga mampu membuka peluang ekspor.
Pengembangan mobil nasional sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri otomotif dalam negeri, meningkatkan kemampuan manufaktur nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk kendaraan impor.