Kemendag Bantah TikTok Shop Ditutup: Izinnya Masih Ada

Posted on

Otomotife.com – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim membantah Tiktok Shop ditutup. Ia mengatakan bahwa layanan itu dalam proses penataan kembali dikarenakan masih mengantongi izin.

Isy menjelaskan Tiktok Shop miliki izin sebagai Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (KP3A) yang mana bukan dapat melakukan transaksi. Dalam Permendag Nomor 31 Tahun 2023, Tiktok Shop hanya saja boleh melakukan promosi, survei pasar, serta menjembatani perlindungan konsumen.

“Karena Tiktok Shop ini izinnya sebagai KP3A, kemudian mereka tiada diperkenankan transaksi, fitur transaksinya itu ditutup, tapi secara perizinan Tiktok Shop itu masih tetap ada,” kata Isy dalam kegiatan 5th Indonesia Fintech Summit and Expo 2023 di tempat Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Dia menjelaskan, mulanya Tiktok Shop mengajukan izin sebagai media sosial yang mana ranahnya di area bawah Kementerian Komunikasi juga Informatika. Namun seiring berjalannya waktu, menurutnya media itu justru menjadi e-commerce.

Isy mengatakan bahwa sektor jaringan e-commerce berada dalam bawah ketentuan Kemendag. Dia pun mengatakan Tiktok Shop bisa jadi semata melakukan kembali kegiatan transaksinya, tetapi harus mengajukan izin sebagai e-commerce.

“Sebenarnya sah saja. Jadi kalau Tiktok Shop ingin melakukan transaksi harus berubah menjadi e-commerce. Kalau untuk e-commerce tentunya ada persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Isy.

Menurut Isy, salah satu aturan yang mana harus dipenuhi untuk mendapatkan izin sebagai e-commerce adalah mendirikan badan bidang usaha pada Indonesia.

Selain itu, e-commerce juga harus menaati aturan penetapan harga jual minimum bagi setiap transaksi dari merchant dari luar negeri sebesar 100 dolar AS. Namun menurutnya penetapan nilai minimum itu cuma berlaku bagi beberapa kategori saja, sesuai yang diatur Permendag terbaru.

“Jadi kalau e-commerce harus menciptakan entitas bisnis di tempat dalam negeri, artinya punya legalitas, punya NPWP, punya NIB, lalu sebagainya,” katanya.

Belum berizin

Sebelumnya Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik lalu Perdagangan Jasa Kemendag Rifan Ardianto mengatakan TikTok belum mengajukan perizinan untuk melakukan perdagangan niaga elektronik atau e-commerce.

Ia menyampaikan untuk melakukan transaksi jual-beli melalui sistem elektronik, TikTok Shop harus mengajukan permohonan Perizinan Berusaha Bidang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

“Hingga saat ini kami belum menerima pengajuan permohonan Perizinan Berusaha Bidang PMSE dalam bentuk Surat Izin Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (SIUPMSE) dari TikTok,” ujar Rifan, Rabu (22/11/2023).

SIUPMSE adalah perizinan berusaha bagi Penyelenggara PMSE Dalam Negeri. Seluruh Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) harus memilikinya.

Sementara itu, TikTok disebut akan meluncurkan kembali layanan transaksi niaga elektronik. Platform sosial media yang juga dilaporkan tengah berbicara dengan lima perusahaan e-commerce pada Indonesia untuk menjalin kemungkinan kerja sama.

Terkait hal tersebut, Rifan mengatakan, pihak Kemendag belum sanggup memberikan penilaian terhadap rencana kerja serupa yang dimungkinkan atau tidak. Menurutnya, hal ini harus dilihat dari model bidang usaha atau bentuk jenis proyek yang akan dikerjakan.

“Untuk sanggup menilai apakah kerja identik yang dimaksud dijalani dimungkinkan untuk dilakukan, perlu terlebih dahulu melihat proses bidang usaha yang tersebut dijalankan melalui kerja mirip antara dua platform digital tersebut,” kata Rifan.

Dekati Tokopedia serta Bukalapak

Sebelumnya Menteri Koperasi juga Usaha Kecil Menegah Teten Masduki pada Jakarta, Kamis (23/11/2023) mengatakan bahwa TikTok Shop sedang mendekati Tokopedia, Bukalapak hingga perusahaan e-commerce milik konglomerat Chairul Tanjung.

Meski demikian Teten mengaku tak mengetahui isi komunikasi TikTok dengan tiga perusahaan itu.

“Saya tahu ada tiga e-commerce yang mana sudah dihubungi Tiktok, saya tahunya bukan dari Tiktok-nya, tapi dari merekan yang dihubungi,” ujar Teten dilansir dari Antara.

Teten yakin cepat atau lambat e-commerce dengan syarat China itu pasti kembali membuka di tempat Indonesia, baik membuka platform-nya secara mandiri atau berinvestasi pada salah satu e-commerce Tanah Air.

Ia menilai hal hal tersebut dikarenakan kondisi pasar digital atau dunia usaha digital pada Indonesia yang dimaksud cukup kuat sehingga Indonesia kerap menjadi target bagi para penanam modal di tempat sektor dunia usaha digital.

Sejauh ini, Teten juga mengaku sempat ada rencana dirinya melakukan pertemuan dengan Tiktok Shop, namun pertemuan itu belum kunjung terjadi.

“Saya waktu itu masih sibuk, pas kita ada jadwal merek juga enggak siap. Jadi kita agendakan untuk yang digunakan akan datang saja, kan ini permintaan merekan yang tersebut mau ketemu,” tutup Teten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *