Hanya 45 Menit Jakarta-Bandung, Akhir Pekan Jajal Kereta Cepat Sampai Bandros ala Marc Marquez

Posted on

Otomotife.com – Akhir pekan bersama keluarga, pasangan, kekasih, atau teman-teman ke luar Ibu Kota Jakarta usah disibukkan dengan kemacetan lalu-lintas sepanjang perjalanan. Buat sementara waktu, lupakan kendaraan pribadi, lalu coba keseruan baru ini.

Potret yang dimaksud biasa terjadi saat bepergian dengan kendaraan pribadi adalah kehabisan waktu oleh sebab itu adanya macet di area jalan raya sampai jalan bebas hambatan alias tol.

Pengalaman kami meluncur bersama Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), nama resmi dari Whoosh (Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat) dari Jakarta-Bandung benar-benar distresful free. Alias sejenis sekali tanpa pening kepala akibat macet jalan raya.

Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) di tempat Tegalluar Jawa Barat yang sudah beroperasi melayani route Halim Perdana Kusumah Station ke Padalarang Station dan juga Tegalluar Station di dalam luar Kota Bandung, Jawa Barat [Suara/com/CNR ukirsari].
Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) di area Tegalluar Jawa Barat yang digunakan sudah beroperasi melayani route Halim Perdana Kusumah Station ke Padalarang Station kemudian Tegalluar Station pada luar Kota Bandung, Jawa Barat [Suara/com/CNR ukirsari].

Cukup pesan tiket Whoosh atau KCIC secara online untuk single trip atau return, pilih kelas ekonomi atau eksekutif dengan lay-out duduk 2-2, atau 3-2, bayar secara online, bisa jadi print-out tiket atau tunjukkan kode konfirmasi, kemudian melesat sudah kami ke Bandung.

Biaya per orang Rp 200.000 untuk masa diskon hingga saat ini (Desember), durasi perjalanan cukup 45 menit saja, bisa jadi pilih destinasi Stasiun Padalarang atau Stasiun Tegalluar. Di lokasi ketibaan, tersedia moda transportasi menuju Kota Bandung dengan feeder kereta (Stasiun Kebon Kawung) atau bus Damri (antara lain menuju Alun-Alun Bandung, sampai taksi.

Lalu di dalam Kota Bandung, siaplah berjalan-jalan tanpa perlu cari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta tempat parkir.

Beberapa destinasi kekinian Bandung antara lain wisata kuliner, foto-foto cantik ganteng, serta jalan kaki sepanjang ruas Jalan Braga. Bila suka dengan bangunan keren klasik sampai Art Deco, tersedia sederet titik dalam Jalan Asia Afrika.

Penunjukkan top speed dari KCIC Halim-Tegalluar yang tertera dalam display dalam perjalanan [Suara.com/CNR ukirsari].
Top speed dari KCIC Halim-Tegalluar yang digunakan tertera dalam display dalam perjalanan [Suara.com/CNR ukirsari].

Bila enggan jalan kaki dikarenakan terik matahari, silakan jalan-jalan model rider MotoGP kenamaan Marc Marquez yang mana pernah main ke Bandung pada Februari 2019 kemudian naik Bandros. Singkatan dari Bandung Tour on Bus.

Pakai bus mini desain terbuka, para peminat cukup membayar Rp 20.000 per orang juga dipandu keliling pusat kota, mulai Alun-alun Bandung, Jalan Braga, Jalan ABC Naripan, sampai Gedung Sate, lalu berbagai taman serta monumen Bandung memiliki sederet Sister Cities, mulai Malaysia, Jerman, Amerika Serikat, dan juga banyak lagi.

Rider MotoGP Marc Marquez (kiri) berkeliling kota Bandung menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus) dalam Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019). Marc Marquez datang ke Bandung usai menjalani tes pramusim MotoGP di dalam Sepang, Malaysia. [ANTARA FOTO/Jessica].
Rider MotoGP Marc Marquez (kiri) berkeliling kota Bandung menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus) pada Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019) [ANTARA FOTO].

“Senang kali ini mampu jalan-jalan pada Bandung tanpa kaki pegal injak rem lalu gas,” demikian komentar Hanan Jamhuri yang dijumpai pada salah satu Bandros.

Ia lalu keluarganya berangkat dari Stasiun KCIC Halim Perdana Kusumah menuju Stasiun Tegalluar serta memilih naik taksi argometer ke pusat kota Bandung.

“Seru pakai kereta cepat, selain pengalaman jadi bisa saja buat perbandingan. Asia ‘kan punya Shinkansen, Maglev, dan juga Indonesia sendiri punya KCIC. Tadi saya perhatikan layar informasi saat top speed mencapai 350 km per jam. Menarik,” ujarnya.

Sedangkan Dinda Anindita yang mana bepergian mengantar kedua orangtuanya ke Bandung menyatakan kehadiran KCIC sangat membantu.

“Berkereta bersama orangtua yang tersebut berusia lanjut terbantu bersama Whoosh. Mereka bukan ubahnya anak-anak tiada lelah bertanya-tanya: kapan sampainya? Namun adanya kereta cepat memproduksi merekan bukan sempat bertanya sebab tahu-tahu sudah sampai. Yang ada minta difoto sana-sini,” ujarnya sembari tersenyum.

Daftar beberapa kereta cepat di dalam Asia dipetik dari berbagai sumber:

  1. Shanghai Maglev (Shanghai Pudong International Airport): 431 km per jam
  2. Thoku Shinkansen (Tokyo, Oyama, Nasushiobara, Sendai, Morioka, Shin-Aomori): 387,5 km
  3. Kereta Cepat Indonesia-China atau KCIC atau Whoosh (Jakarta-Padalarang-Tegalluar): 350 km per jam
  4. KTX Train (Seoul, Gyeongbu, Honam, Gyeongjeon, Jeolla, Gangneung, Busan): 305 km per jam
  5. Tokaido Shinkansen (Tokyo, Nagoya, Osaka, Kyoto, Nozomi, Hikari, Kodama): 285 km jam

Sumber : suara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *